Betapa tinggi harapan Juanda Sihombing untuk dapat bertemu Presiden Jokowi Saat datang ke kota Sidikalang.
Betapa tinggi harapan Juanda Sihombing untuk dapat bertemu Presiden Jokowi kamis (3/2/22) lalu saat datang ke kota Sidikalang . Mata Anak yang mengenakan tongkat penyangga pada ketiak itu hanya bisa berkaca kaca menahan air mata seraya berucap “ mobilnya kencang kali”. Juanda mengakui kalau sejak tengah hari sudah berdiri di pinggir jalan paling strategis simpang Salak Sidikalang berharap agar bisa dilihat Presiden. “ Saya ingin mencium tangan Pak Presiden dan mungkin bisa membantu memberikan saya kaki palsu agar bisa berjalan lagi” sebutnya.
Juanda Sihombing yang berupaya bertemu Presiden kamis kemarin akhirnya bertemu dengan Juanda Sihombing di rumahnya Perumnas Lae Mbulan sabtu (5/2/22) . Mata anak itu masih menyimpan penuh harap kelak suatu hari mimpinya mendapatkan kaki palsu kesampaian. Tidak apa apa Tulang, saya dibantu para abang abang dari perumnas ini untuk bisa berdiri di simpang salak. Kami berusaha tetapi mungkin belum nasib. Tetapi saya puas dan bangga bisa melihat langsung wajah presiden Jokowi meski hanya selintas” sebutnya menahan haru.
Juanda yang kehilangan kaki kirinya itu bercerita detik detik rombongan presiden melintas. Biasanya Presiden di mobil sedan dan mata saya mengawasi itu. Ternyata presiden di mobil terbuka. Senyum yang Betapa gagah, berharga dan merakyatnya presiden. Jauh dilubuk hati berdoa Presiden melihat saya dan mobilnya berhenti.
Juanda menyebutkan saat itu sudah membawa buah nenas untuk diberikan kepada Presiden jika bisa bertemu. saya sangat mengagumi beliau sejak beliau masih Gubernur . Beliau sosok panutan, motivasi dan sebuah sosok yang menunjukkan bisa menjadi sukses meski dari kalangan bawah. Pada perjalanan beliau banyak mengajarkan motivasi, kesabaran dan pelajaran berharganya siapapun kita dan dari kalangan manapun kita bisa sukses” jelas Juanda
Saat ditanya apa keinginan berjumpa itu masih ada, Juanda Sihombing menyebut kalau sosok presiden Jokowi akan abadi dalam sejarah Indonesia. Tidak menjadi presiden juga kelak beliau akan sangat berharga di mata Rakyat karena memang Bapak itu tulus untuk rakyat. Saya berharap bertemu suatu hari kelak meski mungkin secara logika dan kemampun saya tidak mungkin ” sebutnya sambil mengakui kerap menonton momen seluruh kunjungan Jokowi ke tiap daerah
Junda Sihombing harus kehilangan kaki kanannya sekitar 3 tahun silam akibat tumor yang dideritanya. Karena itu juga Juanda putus sekolah karena sempat trauma dan kehilangan rasa percaya dirinya sejak kehilangan kakinya.
Juanda merupakan satu dari 6 anak sekeluarga yang kini menetap di Perumnas Lae Mbulan. Ayah Juanda kini tengah berada di Pekan baru dan bekerja sebagai petani disana . Juanda dan saudaranya tinggal bersama ibunya Br. Manik di Perumnas Lae Mbulan. Sehari hari harinya sang ibu menyambung hidup dengan bekerja serabutan dan buruh tani bagi yang membutuhkan.
Sihombing berharap kelak bisa mendapatkan kaki palsu sehingga dirinya bisa berjalan kembali meski tidak sempurna. Dengan kondisi keluarga begini ingin sekali rasanya tidak menjadi beban bagi keluarga. Namun demikianlah perjalanan hidup dengan kesabaran yang tiada batas” sebutnya sambal tertunduk.
Sata ditanya niatnya bersekolah kembali, Juanda menyebut sudah tiga tahun berlalu baju putih celana biru itu ditinggalkannya. Bagaimana juga sekolah menjadi jalan untuk perubahan. Namun apa mungkin bagi orang seperti saya kesempatan itu masih ada Ungkapnya.?